Minggu, 14 Juni 2009

Pertukaran Pikiran - Dialog Antar Budaya

Muslim berkata mereka ingin berdialog (bertukarpikiran) antar budaya. Budaya apa? Islam sendiri adalah anti budaya. Islam menentang kebudayaan. Islam adalah barbar dan biadab. Lebih jauh lagi, pertukaran pikiran bukanlah kebiasaan dalam dunia Islam.

Di bulan September 2006, para Muslim sekali lagi mengangkat senjata. Kali ini gara2 ucapan Paus Benedict XVI di Universitas Regensburg di Jerman, di mana dia menjabat sebagai profesor di bidang theologia. Di pidatonya yang berjudul “Iman dan Akal” dia menjabarkan perbedaan mendasar antara pandangan Kristen bahwa Tuhan adalah makhluk berakal, dan ini serupa dengan konsep Yunani tentang logos, dan pandangan Islam bahwa “Tuhan sama sekali di luar akal,” sehingga melakukan apapun yang menyenangkan hatinya, tidak dibatasi apapun, termasuk akal, dan, karenanya, perbuatannya tidak masuk akal bagi manusia.

Paus Benedict mengutip percakapan yang terjadi di tahun 1391 antara Kaisar Bizantium Manuel II Paleologus yang terpelajar dan ilmuwan Persia tentang hal Kristen dan Islam. “Dalam diskusi ini,” kata Paus, “sang Kaisar membahas tentang jihad (perang suci Islam) dan mengatakan pada rekan diskusinya, ‘Tunjukkan padaku apa yang baru yang diajarkan Muhammad, dan yang kau akan temukan hanyalah kejahatan dan kebiadaban, seperti misalnya perintahnya untuk menyebarkan agamanya dengan pedang.’ Setelah menyatakan pendapatnya secara tegas, sang Kaisar melanjutkan dengan menerangkan alasan2 yang rinci mengapa menyebarkan agama dengan pedang merupakan perbuatan yang tidak masuk akal. Kekerasan merupakan sifat yang berlawanan dengan Tuhan dan sifat asli hati nurani. 'Tuhan', katanya, ‘tidak suka pertumpahan darah – dan bertindak secara tak masuk akal merupakan hal yang bertentangan dengan sifat Tuhan.

Sirat Rasul Allah






Bab 6: Jika Orang Waras Mengikuti Orang Tidak Waras

Satu cara untuk mengerti Islam dan sifat fanatik para pengikutnya adalah dengan cara membandingkannya dengan aliran kepercayaan sesat lainnya. Islam dianut oleh kurang lebih 1.2 milyard Muslim. Jika kau sendiri adalah Muslim, kau tentunya telah bertemu dengan orang2 Muslim dan tidak melihat apapun yang salah dalam diri mereka. Para Muslim bisa tampak seperti kebanyakan orang lain yang bekerja dan membesarkan anak2 mereka. Mereka bisa jadi adalah para karyawan, kolega, pemimpin, tetangga, dan warga negara yang baik. Mereka ramah, tidak lebih baik atau buruk dibandingkan orang lain pada umumnya. Mungkin tiada yang tampak aneh pada diri mereka yang membuat orang lain menduga mereka anggota dari aliran sesat. Akan tetapi, jangan biarkan penampilan mereka mengelabuimu. Islam adalah aliran sesat dan Muhammad bermental sesat.

Berdasarkan kamus, penjabaran kata fanatisme adalah antusiasme (kesenangan) yang berlebihan, pengabdian yang tak masuk akal, pemikiran yang liar dan muluk terhadap sesuatu hal, terutama agama. Orang tidak memeluk agama untuk jadi pembunuh dan teroris. Ini malah sebaliknya dari tujuan orang beragama. Lalu apakah yang membuat seseorang jadi begitu fanatik sehingga mengindahkan nalar, dan melakukan perbuatan barbar, pembunuhan dan bahkan siap mengorbankan nyawa demi dan bagi agama? Apakah pengabdian umat beragama ini menunjukkan kebenaran tujuan pengorbanan tersebut?

Mari kita amati aliran kepercayaan Kenisah Rakyat (People’s Temple) dan membandingkannya dengan Islam. Semua aliran sesat punya sifat2 dasar yang serupa. Kita bandingkan islam dengan aliran sesat manapun dan hasilnya akan sama. Neal Osherow telah mempelajari Kenisah Rakyat dan di tulisannya yang berjudul Sebuah Pengamatan Jonestown: Memahami Hal yang Tak Masuk Akal (An Analysis of Jonestown: Making Sense of the Nonsensical), dia menjelaskan seluk-beluk aliran2 sesat dengan jelas.

Bab 5: Muhammad dan aliran Sesatnya

Kita sering tersentak oleh tingkat fanatisme muslim. Jutaan muslim melakukan kerusuhan, membakar gereja2 dan membunuh orang2 tak bersalah hanya karena satu koran menerbitkan kartun Muhammad atau karena Paus mengutip perkataan Kaisar abad pertengahan yg bilang kekerasan tidak cocok dengan sifatnya Tuhan.

Orang2 pada umumnya berat sebelah dan cenderung memihak pada sebuah sistem kepercayaan yang punya banyak pengikut. Mereka percaya bahwa jumlah besar dari islam membuatnya pantas dianggap sebagai sebuah agama. Tapi apakah islam benar2 sebuah agama?

Ada yang bilang bahwa semua agama pada awalnya adalah sebuah cult (aliran kepercayaan) sampai, seiring berlalunya waktu, mereka pelahan mendapat penerimaan dan mendapat status agama. Betapapun, ada karakteristik tertentu yang membedakan cult dari agama. Dr. Janja Lalich dan Dr. Michael D. Langone telah membuat daftar yang menjelaskan cult dengan cukup adil.[1] Semakin banyak sebuah kelompok atau sebuah doktrin punya karakteristik ini, semakin dekat dan menjadi keharusan utk didefinisikan dan diberi label sebagai sebuah cult, bukannya agama. Berikut ini adalah daftar tsb, yang saya bandingkan dengan Islam, poin demi poin.

1. Kelompok ini menunjukkan kefanatikan yang berlebihan dan komitmen tanpa keraguan/pertanyaan2 terhadap : pemimpinnya (baik sudah mati ataupun masih hidup), sistem kepercayaannya, ideologinya dan praktek2nya, dan menganggap itu semua sebagai hal yang Benar, sebagai Hukum.

Bab 4: Penyakit pada Tubuh Muhammad

Secara fisik, Muhammad adalah orang yang sakit. Ketika masih muda, tentunya penampilan Muhammad menarik hati Khadijah. Akan tetapi di tahun2 terakhir hidupnya dia memiliki keanehan fisik yang mengherankan pengikut2nya. Anad berkata, “Sang Nabi punya tangan2 dan kaki2 yang besar, dan aku tidak pernah melihat orang lain seperti dia, sebelumnya atau sesudahnya, dan telapak tangannya lembut.” [1]

Selain tangan2 dan kaki2nya, bagian2 wajahnya juga membesar di luar proporsi normal. Imam at-Tirmidhi [2] di bukunya yang berjudul Book of Merits (manaqib), teleh mengumpulkan beberapa ahadis yang menjabarkan penampilan fisik Muhammad. Pengamatan terhadap ahadis ini akan memberi keterangan bagaimana keadaan kesehatan dan penyakitnya. Aku mengutip penjabaran lengkap dari pengikutnya tentang dirinya – mereka memuji kebinarannya, mengatakan ketampanannya melebihi bulan, atau setiap orang berdiri kagum atas ketampanannya yang bagaikan bulan dan penampilannya yang mempesona, dll.
Ini semua adalah penilaian subyektif dan tidak punya nilai ilmiah. Di tulisan kaki kukutip beberapa penjabaran obyektif pengikutnya tentang dirinya. [3]
Di bawah ini adalah daftar keadaan tubuh Muhammad dari hadis:

Rabu, 10 Juni 2009

GELLER: NO 9/11 MOSQUE!

Dalam artikel “No 9/11 Mosque” yang dirilis di Human Event.com (Human Events) Jumat lalu, Pamela Geller menjelaskan apa yang salah dengan rencana untuk mendirikan mesjid dekat situs Ground Zero, dimana 2 gedung raksasa WTC hancur menjadi debu karena ditabrak dengan pesawat komersil oleh para teroris Islam.

Dewan Pengurus Komunitas untuk distrik finansial kota New York, minggu lalu dengan keputusan bulat mengesahkan gambar konstruksi sebuah mesjid 13 lantai dan pusat budaya Islam yang rencananya akan didirikan tepat di seberang Ground Zero.

Orang mungkin berpikir bahwa komunitas Muslim (apabila mesjid ini nantinya jadi dibangun), bisa diarahkan untuk memiliki sensitifitas yang tinggi mengenai apa pun. Setiap kali terjadi serangan jihad (yang saat ini frekuensinya semakin meningkat), mereka mulai menyerukan mengenai sensitivitas Muslim, dan mengajari kita gambaran tentang penghinaan dan hujatan yang dialamatkan pada Islam atau kaum Muslim.

Minggu, 07 Juni 2009

Bab 3: Pengalaman Bawah Sadar Muhammad

Teknologi baru dalam mempelajari cara kerja otak manusia semakin mempermudah pengertian akan pengalaman mistik Muhamad yang diakuinya sendiri secara gamblang. Untuk menghindari orang menuduhnya membual, ia menunjuk Allah untuk menggambarkan apa yg dilihatnya.

Dari ia berada diufuk yang tertinggi.
Dia datang mendekat dengan bergerak turun kebawah.
Lalu Dia menurunkan kepada hambaNya apa yang patut diturunkan.
Hati tidak mengada-ada tentang apa yang telah dilihatnya.
Adakah kamu meragukan apa yang dia telah lihat ?
Dia telah melihat disuatu turunan yang lain.
Dipenghujung kesudahan.
Dimana lokasi Syurga yang abadi ditempatkan.
Mata mata tidak berpaling, dan tidak juga menjadi buta.
(Q.53:6-1 http://www.submission.org/indonesia/quran/sura-53.html

Dalam ayat lain ia secara tegas menyatakan tentang pengalaman visualnya:

Dia melihatnya diufuk yang tinggi. (Q.81:23)

Sebuah hadis melaporkan sang nabi bercerita ttg pengalamannya:

Selasa, 19 Mei 2009

Bab 2: Riwayat Pribadi Muhammad

Terdapat puluhan ribu kisah/riwayat pendek tentang Muhammad. Kebanyakan adalah karangan/dibuat-buat, sebagian lainnya lemah dan diragukan kesahihannya, tapi sisanya dipercaya sebagai Hadits (tradisi/kisah/riwayat dari mulut kemulut) yang Sahih (otentik, benar). Dengan membaca Hadits Sahih ini, sebuah gambaran konsisten yang jelas dari Muhammad muncul dan dimungkinkan utk membuat evaluasi yang kurang lebih tepat mengenai karakternya dan keadaan psikologinya.

Gambar yang muncul adalah gambaran seorang yang narsistik. Dalam bab ini saya akan mengutip sumber-sumber berwenang dalam hal narsisisme dan kemudian akan mencoba menunjukkan bagaimana Muhammad cocok sekali dengan profil tersebut.

Para akademisi dan ilmuwan yang melakukan riset dalam hal ini telah dibatasi karena para muslim tidak mau dan tidak akan mengijinkan penyelidikan objektif kedalam Quran atau kehidupan Muhammad. Tapi, apa yang ditulis mengenai dia tidak hanya konsisten dengan definisi narsisme, tapi juga bisa dilihat dalam banyak tindakan aneh yang mirip, yang dilakukan oleh para muslim itu sendiri di seluruh dunia. Dengan demikian, penyakit kepribadian/jiwa dari satu orang telah ditularkan seperti sebuah warisan kepada para pengikutnya, dimana sakit kejiwaan dari satu orang, yang luar biasa dalam hal keasyikan-terhadap-dirinya-sendiri, telah menyebar dan menulari jutaan para pengikutnya, membuat mereka bertindak sama berbahaya, irasional dan asyik-sendiri.

Adalah melalui pengertian dari psikologi Muhammad, kekejamannya dan etika situasionalnya yang begitu penting bagi karakternya inilah, kita mulai untuk mengerti kenapa para muslim begitu tidak toleran, begitu suka kekerasan dan begitu paranoid. Kenapa mereka melihat diri sendiri sebagai korban ketika mereka sendirilah yang menjadi penyerang dan penyebab adanya korban!

Minggu, 17 Mei 2009

Bab I - SERANGAN-SERANGAN YANG DILAKUKAN MUHAMMAD (Bag 3)

Penyerangan

Orang Muslim biasanya bangga untuk membicarakan “peperangan” Muhammad. Kebanggaan ini tiada dasarnya. Muhammad menghindari perang sebenarnya. Dia lebih memilih penyergapan atau penyerangan mendadak sehingga dia bisa mengalahkan korban-korbannya yang kaget dan membantainya sewaktu mereka tidak siap dan tidak bersenjata.

Di sepanjang sepuluh tahun hidupnya, setelah hijrah ke Medina dan merasa kuat di tengah-tengah pengikutnya, Muhammad melalukan 74 penyerangan.1 Beberapa dari penyerangan ini adalah pembunuhan-pembunuhan atas perorangan saja, dan penyerangan lainnya melibatkan ribuan orang. Dia ikut dalam 27 usaha penyerangan dan ini disebut ghazwa. Penyerangan-penyerangan yang diperintahkannya tapi dia sendiri tidak ikut menyerang disebut sebagai sariyyah. Baik ghazwa maupun sariyyah berarti serangan mendadak atau penyergapan.

Jikalau Muhammad ikut menyerang, dia selalu berada di bagian belakang tentaranya, dilindungi tentara khususnya. Tiada keterangan manapun dalam biografi Muhammad yang menuliskan dia sendiri bertarung melawan musuh.

Kamis, 14 Mei 2009

Bab 1: Siapakah Muhammad?

(3) Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu, (4) dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. (5) Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. (6) Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. (7) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. (8 ) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. (Q. 93:3-8)1

Marilah kita mulai dengan kisah Muhammad. Siapakah dia dan apa yang dipikirkannya? Di bab ini dengan singkat akan dijabarkan kejadian2 penting dalam hidupnya. Islam adalah sama dengan Muhammadisme. Muslim memang bilang mereka tidak menyembah siapapun selain Allah, tapi Allah hanyalah alter ego atau alias lain Muhammad, atau wujud karangannya sendiri. Dalam prakteknya, yang disembah Muslim sebenarnya adalah Muhammad dan memang itulah yang diinginkan Muhammad. Islam adalah aliran kepercayaan yang bersumber dari Muhammad. Kita akan baca kata2nya yang tercantum dalam Qur’an, yang diakuinya sebagai kata2 Tuhan, dan menilai dirinya melalui kacamata sahabat2 dan istri2nya.
Kita akan melihat bagaimana dia berubah dari pengkhotbah yang tidak dipedulikan orang2 menjadi pemimpin seluruh Arabia hanya dalam waktu sepuluh tahun, bagaimana dia memecah-belah orang2 agar bisa menguasai mereka, bagaimana dia membangkitkan keinginan memberontak dan benci dan marah orang2 untuk mengobarkan perang terhadap orang lain dan bagaimana dia menggunakan penyerangan2, perkosaan, siksaan, dan pembunuhan untuk membuat takut korban2nya dan menundukkan mereka.