Tampilkan postingan dengan label MUHAMMAD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUHAMMAD. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Juni 2010

BUPATI JEMBER MENYATAKAN MUHAMMAD ITU SOMBONG

Jember (beritajatim.com) – Situasi dan kondisi Jember semakin menghangat pasca adanya pernyataan Bupati Jember, MZA Djalal pada acara bedah potensi desa bahwa Nabi Besar Muhamad SAW adalah orang yang sombong.

PCNU Jember langsung merapatkan barisan dan mendiskusikan pernyataan Bupati tersebut. "Hasil pertemuan kemarin sore dengan segenap pengurus dan tokoh pernyataan tersebut termasuk sabbu atau menghujat pribadi Nabi Muhammad dan itu dilarang oleh ajaran Islam,” tegas Rois Syuri’ah PCNU Jember, KH Muhyidin Abdushomad, Sabtu (1/5).

Untuk itu NU dengan tegas mendesak Bupati Djalal segera bertaubat dan minta maaf kepada umat muslim. Karena pernyataannya sudah meresahkan umat Islam. "Tidak cukup dengan bertaubat saja, tapi juga minta maaf kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia, karena itu sudah menciderai hati umat Islam,” tegasnya.

Muhyidin juga menegaskan bahwa keputusan yang diambil PCNU tersebut sudah sesuai dengan kajian fiqih dengan mengambil referensi dari Al-Qur’an, Al-Hadits dan kitab-kitab yang muktabarah.

“Jangan kaitkan ini dengan politik atau yang lain, ini murni karena kami selaku umat Muslim terlukai hati kita, dengan dikatakan bahwa nabi sombong, nabi itu maha mulia, tidak sombong,” imbuhnya

Minggu, 14 Juni 2009

Sirat Rasul Allah






Bab 6: Jika Orang Waras Mengikuti Orang Tidak Waras

Satu cara untuk mengerti Islam dan sifat fanatik para pengikutnya adalah dengan cara membandingkannya dengan aliran kepercayaan sesat lainnya. Islam dianut oleh kurang lebih 1.2 milyard Muslim. Jika kau sendiri adalah Muslim, kau tentunya telah bertemu dengan orang2 Muslim dan tidak melihat apapun yang salah dalam diri mereka. Para Muslim bisa tampak seperti kebanyakan orang lain yang bekerja dan membesarkan anak2 mereka. Mereka bisa jadi adalah para karyawan, kolega, pemimpin, tetangga, dan warga negara yang baik. Mereka ramah, tidak lebih baik atau buruk dibandingkan orang lain pada umumnya. Mungkin tiada yang tampak aneh pada diri mereka yang membuat orang lain menduga mereka anggota dari aliran sesat. Akan tetapi, jangan biarkan penampilan mereka mengelabuimu. Islam adalah aliran sesat dan Muhammad bermental sesat.

Berdasarkan kamus, penjabaran kata fanatisme adalah antusiasme (kesenangan) yang berlebihan, pengabdian yang tak masuk akal, pemikiran yang liar dan muluk terhadap sesuatu hal, terutama agama. Orang tidak memeluk agama untuk jadi pembunuh dan teroris. Ini malah sebaliknya dari tujuan orang beragama. Lalu apakah yang membuat seseorang jadi begitu fanatik sehingga mengindahkan nalar, dan melakukan perbuatan barbar, pembunuhan dan bahkan siap mengorbankan nyawa demi dan bagi agama? Apakah pengabdian umat beragama ini menunjukkan kebenaran tujuan pengorbanan tersebut?

Mari kita amati aliran kepercayaan Kenisah Rakyat (People’s Temple) dan membandingkannya dengan Islam. Semua aliran sesat punya sifat2 dasar yang serupa. Kita bandingkan islam dengan aliran sesat manapun dan hasilnya akan sama. Neal Osherow telah mempelajari Kenisah Rakyat dan di tulisannya yang berjudul Sebuah Pengamatan Jonestown: Memahami Hal yang Tak Masuk Akal (An Analysis of Jonestown: Making Sense of the Nonsensical), dia menjelaskan seluk-beluk aliran2 sesat dengan jelas.

Bab 5: Muhammad dan aliran Sesatnya

Kita sering tersentak oleh tingkat fanatisme muslim. Jutaan muslim melakukan kerusuhan, membakar gereja2 dan membunuh orang2 tak bersalah hanya karena satu koran menerbitkan kartun Muhammad atau karena Paus mengutip perkataan Kaisar abad pertengahan yg bilang kekerasan tidak cocok dengan sifatnya Tuhan.

Orang2 pada umumnya berat sebelah dan cenderung memihak pada sebuah sistem kepercayaan yang punya banyak pengikut. Mereka percaya bahwa jumlah besar dari islam membuatnya pantas dianggap sebagai sebuah agama. Tapi apakah islam benar2 sebuah agama?

Ada yang bilang bahwa semua agama pada awalnya adalah sebuah cult (aliran kepercayaan) sampai, seiring berlalunya waktu, mereka pelahan mendapat penerimaan dan mendapat status agama. Betapapun, ada karakteristik tertentu yang membedakan cult dari agama. Dr. Janja Lalich dan Dr. Michael D. Langone telah membuat daftar yang menjelaskan cult dengan cukup adil.[1] Semakin banyak sebuah kelompok atau sebuah doktrin punya karakteristik ini, semakin dekat dan menjadi keharusan utk didefinisikan dan diberi label sebagai sebuah cult, bukannya agama. Berikut ini adalah daftar tsb, yang saya bandingkan dengan Islam, poin demi poin.

1. Kelompok ini menunjukkan kefanatikan yang berlebihan dan komitmen tanpa keraguan/pertanyaan2 terhadap : pemimpinnya (baik sudah mati ataupun masih hidup), sistem kepercayaannya, ideologinya dan praktek2nya, dan menganggap itu semua sebagai hal yang Benar, sebagai Hukum.

Bab 4: Penyakit pada Tubuh Muhammad

Secara fisik, Muhammad adalah orang yang sakit. Ketika masih muda, tentunya penampilan Muhammad menarik hati Khadijah. Akan tetapi di tahun2 terakhir hidupnya dia memiliki keanehan fisik yang mengherankan pengikut2nya. Anad berkata, “Sang Nabi punya tangan2 dan kaki2 yang besar, dan aku tidak pernah melihat orang lain seperti dia, sebelumnya atau sesudahnya, dan telapak tangannya lembut.” [1]

Selain tangan2 dan kaki2nya, bagian2 wajahnya juga membesar di luar proporsi normal. Imam at-Tirmidhi [2] di bukunya yang berjudul Book of Merits (manaqib), teleh mengumpulkan beberapa ahadis yang menjabarkan penampilan fisik Muhammad. Pengamatan terhadap ahadis ini akan memberi keterangan bagaimana keadaan kesehatan dan penyakitnya. Aku mengutip penjabaran lengkap dari pengikutnya tentang dirinya – mereka memuji kebinarannya, mengatakan ketampanannya melebihi bulan, atau setiap orang berdiri kagum atas ketampanannya yang bagaikan bulan dan penampilannya yang mempesona, dll.
Ini semua adalah penilaian subyektif dan tidak punya nilai ilmiah. Di tulisan kaki kukutip beberapa penjabaran obyektif pengikutnya tentang dirinya. [3]
Di bawah ini adalah daftar keadaan tubuh Muhammad dari hadis:

Minggu, 07 Juni 2009

Bab 3: Pengalaman Bawah Sadar Muhammad

Teknologi baru dalam mempelajari cara kerja otak manusia semakin mempermudah pengertian akan pengalaman mistik Muhamad yang diakuinya sendiri secara gamblang. Untuk menghindari orang menuduhnya membual, ia menunjuk Allah untuk menggambarkan apa yg dilihatnya.

Dari ia berada diufuk yang tertinggi.
Dia datang mendekat dengan bergerak turun kebawah.
Lalu Dia menurunkan kepada hambaNya apa yang patut diturunkan.
Hati tidak mengada-ada tentang apa yang telah dilihatnya.
Adakah kamu meragukan apa yang dia telah lihat ?
Dia telah melihat disuatu turunan yang lain.
Dipenghujung kesudahan.
Dimana lokasi Syurga yang abadi ditempatkan.
Mata mata tidak berpaling, dan tidak juga menjadi buta.
(Q.53:6-1 http://www.submission.org/indonesia/quran/sura-53.html

Dalam ayat lain ia secara tegas menyatakan tentang pengalaman visualnya:

Dia melihatnya diufuk yang tinggi. (Q.81:23)

Sebuah hadis melaporkan sang nabi bercerita ttg pengalamannya:

Selasa, 19 Mei 2009

Bab 2: Riwayat Pribadi Muhammad

Terdapat puluhan ribu kisah/riwayat pendek tentang Muhammad. Kebanyakan adalah karangan/dibuat-buat, sebagian lainnya lemah dan diragukan kesahihannya, tapi sisanya dipercaya sebagai Hadits (tradisi/kisah/riwayat dari mulut kemulut) yang Sahih (otentik, benar). Dengan membaca Hadits Sahih ini, sebuah gambaran konsisten yang jelas dari Muhammad muncul dan dimungkinkan utk membuat evaluasi yang kurang lebih tepat mengenai karakternya dan keadaan psikologinya.

Gambar yang muncul adalah gambaran seorang yang narsistik. Dalam bab ini saya akan mengutip sumber-sumber berwenang dalam hal narsisisme dan kemudian akan mencoba menunjukkan bagaimana Muhammad cocok sekali dengan profil tersebut.

Para akademisi dan ilmuwan yang melakukan riset dalam hal ini telah dibatasi karena para muslim tidak mau dan tidak akan mengijinkan penyelidikan objektif kedalam Quran atau kehidupan Muhammad. Tapi, apa yang ditulis mengenai dia tidak hanya konsisten dengan definisi narsisme, tapi juga bisa dilihat dalam banyak tindakan aneh yang mirip, yang dilakukan oleh para muslim itu sendiri di seluruh dunia. Dengan demikian, penyakit kepribadian/jiwa dari satu orang telah ditularkan seperti sebuah warisan kepada para pengikutnya, dimana sakit kejiwaan dari satu orang, yang luar biasa dalam hal keasyikan-terhadap-dirinya-sendiri, telah menyebar dan menulari jutaan para pengikutnya, membuat mereka bertindak sama berbahaya, irasional dan asyik-sendiri.

Adalah melalui pengertian dari psikologi Muhammad, kekejamannya dan etika situasionalnya yang begitu penting bagi karakternya inilah, kita mulai untuk mengerti kenapa para muslim begitu tidak toleran, begitu suka kekerasan dan begitu paranoid. Kenapa mereka melihat diri sendiri sebagai korban ketika mereka sendirilah yang menjadi penyerang dan penyebab adanya korban!

Minggu, 17 Mei 2009

Bab I - SERANGAN-SERANGAN YANG DILAKUKAN MUHAMMAD (Bag 3)

Penyerangan

Orang Muslim biasanya bangga untuk membicarakan “peperangan” Muhammad. Kebanggaan ini tiada dasarnya. Muhammad menghindari perang sebenarnya. Dia lebih memilih penyergapan atau penyerangan mendadak sehingga dia bisa mengalahkan korban-korbannya yang kaget dan membantainya sewaktu mereka tidak siap dan tidak bersenjata.

Di sepanjang sepuluh tahun hidupnya, setelah hijrah ke Medina dan merasa kuat di tengah-tengah pengikutnya, Muhammad melalukan 74 penyerangan.1 Beberapa dari penyerangan ini adalah pembunuhan-pembunuhan atas perorangan saja, dan penyerangan lainnya melibatkan ribuan orang. Dia ikut dalam 27 usaha penyerangan dan ini disebut ghazwa. Penyerangan-penyerangan yang diperintahkannya tapi dia sendiri tidak ikut menyerang disebut sebagai sariyyah. Baik ghazwa maupun sariyyah berarti serangan mendadak atau penyergapan.

Jikalau Muhammad ikut menyerang, dia selalu berada di bagian belakang tentaranya, dilindungi tentara khususnya. Tiada keterangan manapun dalam biografi Muhammad yang menuliskan dia sendiri bertarung melawan musuh.

Kamis, 14 Mei 2009

Bab 1: Siapakah Muhammad?

(3) Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu, (4) dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. (5) Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. (6) Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. (7) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. (8 ) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. (Q. 93:3-8)1

Marilah kita mulai dengan kisah Muhammad. Siapakah dia dan apa yang dipikirkannya? Di bab ini dengan singkat akan dijabarkan kejadian2 penting dalam hidupnya. Islam adalah sama dengan Muhammadisme. Muslim memang bilang mereka tidak menyembah siapapun selain Allah, tapi Allah hanyalah alter ego atau alias lain Muhammad, atau wujud karangannya sendiri. Dalam prakteknya, yang disembah Muslim sebenarnya adalah Muhammad dan memang itulah yang diinginkan Muhammad. Islam adalah aliran kepercayaan yang bersumber dari Muhammad. Kita akan baca kata2nya yang tercantum dalam Qur’an, yang diakuinya sebagai kata2 Tuhan, dan menilai dirinya melalui kacamata sahabat2 dan istri2nya.
Kita akan melihat bagaimana dia berubah dari pengkhotbah yang tidak dipedulikan orang2 menjadi pemimpin seluruh Arabia hanya dalam waktu sepuluh tahun, bagaimana dia memecah-belah orang2 agar bisa menguasai mereka, bagaimana dia membangkitkan keinginan memberontak dan benci dan marah orang2 untuk mengobarkan perang terhadap orang lain dan bagaimana dia menggunakan penyerangan2, perkosaan, siksaan, dan pembunuhan untuk membuat takut korban2nya dan menundukkan mereka.

Kata Pengantar: Ibn Warraq

Dr. Ali Sina lahir dari keluarga Muslim Iran. Beberapa anggota keluarganya adalah Ayatollah2. Seperti kebanyakan orang Iran yang berpendidikan tinggi, dia dulu percaya bahwa Islam adalah agama kemanusiaan yang menghargai hak2 azasi manusia. Tapi Dr. Sina juga dianugerahi pemikiran yang kritis, semangat bertanya, meneliti, dan melihat bukti yang nyata. Yang dia perlahan-lahan temukan tentang Islam sangat mengejutkan dirinya secara moral dan intelek. Hal ini membuat dia sadar, jauh sebelum terjadinya peristiwa 11 September, 2001, bahwa jika tiada orang yang menunjukkan wajah asli Islam agama yang sejak lahir dianutnya, maka dunia akan menghadapi sistem pemikiran dan kepercayaan yang tidak hanya akan menghancurkan dunia Barat saja, tapi seluruh budaya manusia pula. Sejak dia menyadari hal ini, Dr. Sina mengabdikan hidupnya untuk melakukan diskusi, kritik yang menunjukkan sisi Islam yang gelap. Hal ini dilakukannya di website-nya Faith Freedom International dan pernyataannya banyak dikutip berbagai sumber.

Pihak Barat dapat memanfaatkan murtadin seperti Dr. Sina, sama seperti dulu pihak Barat memanfaatkan orang2 yang meninggalkan Komunisme.

Sewaktu aku menulis Leaving Islam,
1 (Meninggalkan Islam), kutemukan analogi2 yang berguna untuk menggambarkan Komunisme dan Islam, seperti yang ditulis Maxime Rodinson2 dan Bertrand Russell ketika membandingkan pemikiran Komunis di tahun 1930-an dan Islamis di antara tahun 1990-an dan abad ke 21.

Ali Sina: Psychobiography Nabi Allah


Mengenal Muhammad
Sebuah Psychobiography dari nabi Allah
Oleh
Ali Sina
Diterjemahkan oleh:
Team Translator FFI
© Ali Sina. All Rights Reserved

Tentang Pengarang
Aku adalah warga negara Kanada keturunan Iran. Aku menerima pendidikan Islam di sekolah saat negara Iran masih sekuler dan kebangkitan Islam, meskipun sudah tampak beriak di permukaan, belum meledak. Saat itu hanya sedikit orang yang menyadari keadaan sebenarnya. Aku meninggalkan Iran sewaktu remaja sebelum terjadi Revolusi Islam untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Eropa. Di Eropa aku belajar berpikir merdeka dan tentang demokrasi. Demokrasi adalah konsep yang sama sekali asing dalam pemikiran Muslim sampai2 tiada kata yang sama artinya dengan kata ini dalam bahasa Arab atau bahasa lain yang dipakai Muslim. Jika mereka tidak punya kata untuk istilah tertentu, maka mereka tidak tahu apa maknanya pula.

Setelah belajar sejarah filosofi Barat dan melihat perkembangannya yang mengakibatkan terjadinya Renaisans dan Pencerahan, aku mengambil kesimpulan bahwa dunia Muslim terbelakang karena mereka tidak memiliki kebebasan dalam berpikir. Akan tetapi, baru setelah membaca Qur’an dari halaman pertama sampai akhir, aku untuk pertama kalinya menyadari alasan keterbelakangan Muslim adalah Islam.

Setelah membaca Qur’an, aku kaget sekali. Aku sangat terkejut melihat kekerasan, kebencian, ketidaktepatan, kesalahan sains, kesalahan matematika, logika yang jungkir balik, kesalahan tata bahasa dan ketetapan etika yang tidak jelas. Setelah masa penuh rasa bimbang, bersalah, tak tentu arah, bathin tertekan, dan marah, akhirnya aku mengambil kesimpulan bahwa Qur’an bukanlah buku Tuhan, tapi buku penuh ayat2 setan, kepalsuan dan hasil dari pikiran yang sakit jiwa. Aku merasa seperti terjaga dan menyadari apa yang kualami bagaikan mimpi.